JRN, – Bogor, – Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan tunai pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin, guna mencegah putus sekolah dan mendukung wajib belajar 12 tahun. Program ini berbentuk uang tunai untuk perlengkapan sekolah dan biaya pendidikan.
Namun lain halnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Putra Mandiri Bangsa (PMB), tepatnya di Kampung Lembursitu Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pasalnya, bantuan PIP yang merupakan hak mutlak siswa penerima manfaat terkesan di kebiri.
Berdasarkan informasi yang di terima awak media dilapangan menyebutkan, bahwa bantuan PIP untuk kelas 11 terkesan tertahankan oleh pihak sekolah dengan dalih di tabungkan untuk biaya administrasi kelak nanti di kelas 12.
” Saya merasa heran, padahal tidak mempunyai tunggakan biaya administrasi, tapi bantuan PIP hak saya di tahan pihak sekolah dengan alasan di tabungkan untuk nanti pembayaran biaya administrasi di tahun ajaran berikutnya” tukas salahsatu sumber yang enggan di sebutkan identitasnya, Kamis (02/04).
Sementara itu, Wakil Kepala SMK PMB, Ade, pihaknya sempat membantah adanya informasi tersebut. Bahkan Ia berulang- ulang memberikan jawaban yang tidak relevan.
” Kami sudah beberapa kali memberikan penjelasan kepada orangtua siswa, bahwa PIP itu peruntukannya untuk biaya pendidikan. Jadi kalau ada siswa yang mempunyai beban tunggakan biaya administrasi, nanti kan berdampak terhadap psikis anak ” jelasnya.
- Advertisement -
Kemudian, imbuh Ade, apabila ada siswa yang sudah tidak memiliki kewajiban atau tunggakan pembayaran administrasi, silahkan saja gunakan PIP tersebut sesuai peruntukan yang lain.
” Saya tutup mata. Tapi suatu waktu ada kewajiban pembayaran administrasi harus di upayakan ” tukasnya berulang- ulang.
Bahkan ketika di tanya tentang alasan menahan PIP yang sudah tidak memiliki tunggakan, Ia tetap memberikan jawaban yang sama.
Namun ketika di tanya tentang berapa besaran biaya administrasi sekolah pertahunnya masing- masing siswa, Ade tidak memberikan jawaban yang berarti.
” Nanti saja pak penjelasan lebih detail nya dengan Bapak Kepala Sekolah ” kilahnya.
- Advertisement -
(Sesep S H)



