JRN, – Serang,- Banten | Carut marut soal berbagai dugaan kasus di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) seolah hal biasa dan tentu saja hal ini sangat mencederai marwah lembaga pendidikan dan jadi potret buram buruknya sistem di tubuh lembaga pendidikan itu sendiri.
Seperti halnya yang terjadi di PKBM Insan Banten Madani, tepatnya di Jalan Lebakwangi Kampung Singatair Desa Lebak Kepuh Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Serang Provinsi Banten.
Berdasarkan pemantauan awak media langsung di lapangan, pada Sabtu silam, tidak di dapati adanya kegiatan belajar – mengajar (KBM). Di sekretariat PKBM Insan Banten Madani tak nampak satu orang pun alias sepi.
Tak berhenti sampai di situ, penelusuran awak media pun terus berlanjut untuk mencari keberadaan kepala PKBM Insan Banten Madani, Ruslan, dan menuju ke sebuah pemukiman warga. Namun sesampainya di sebuah rumah yang di duga sebagai keluarga dari Ruslan, akan tetapi semuanya seolah dan terkesan menutupinya.
Menanggapi hal itu, aktivis pegiat pemerhati program pendidikan, Ilyas pihaknya mengaku geram dengan adanya kejadian tersebut.
” Untuk menelusuri keberadaan kepala PKBM nya saja sangat susah. Apalagi mau menelusuri aktivitas PKBM nya ” tutur Ilyas, Rabu, (24/06).
- Advertisement -
Menurutnya, banyak indikasi dugaan-dugaan penyimpangan di PKBM Insan Banten Madani, dari mulai dugaan aktivitas belajar yang fiktif, meskipun bisa belajar dengan berbagai metode, yaitu tatap muka dan belajar mandiri.
” Akan tetapi tingkat kehadiran itu wajib ada meskipun beberapa persen saja. Selain itu juga terindikasi adanya dugaan penyimpangan dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) dan program Indonesia pintar (PIP). Selain itu juga di duga pra cut off Dapodik PKBM pada tahun 2024 telah terjadi dugaan mark up atau penggelembungan jumlah siswa PKBM ” tegasnya.
Di lain pihak, kepala PKBM Insan Banten Madani, Ruslan, ketika berhasil di hubungi via WhatsApp nya, pihaknya tiba-tiba memberikan jawaban yang menohok. ” Sudah beres pak dengan Polres dan rekan media. Hasil patungan ” tukasnya Rabu (24/06).
Namun ketika hendak ditanya lebih detil, WhatsApp nya keburu tidak aktif.
- Advertisement -
*Sesep S H*



